Bismillahirrahmanirrahiim...
Beragam cerita baru di tanah Dramaga ini kulewati penuh warna. Seperti postinganku yang udah lama banget, ya aku salah satu mahasiswa beruntung yang lolos ke perguruan tinggi negeri ketiga terbaik di negeriku yaitu Institut Pertanian Bogor. Hal pertama dan utama adalah mensyukurinya yang pasti.
Gambar 1 Koin Institut Pertanian Bogor dari snapgramku (@rahmimaulidaa)
Aku punya banyak ide buat nulis tapi jadwalku yang berantakan membuat semuanya tertunda. Kali ini aku lebih ke kehidupan sehari-hari aja. Bagaimana hidup sendiri, jauh dari orang-orang yang kita kenal dan kita sayangi. Berbaur dengan dunia baru yang selama ini kita hanya bisa melihatnya di televisi, internet, dan lainnya. Banyak sisi lain kehidupan yang ternyata nyata terjadi di dunia ini. Dan menurutku, awal kita melihat kehidupan yang sebenarnya adalah saat sudah menempati posisi sebagai mahasiswa.
Cerita sedikit, dari sekolahku yang lolos masuk ke IPB cuma aku sama satu temanku dan kita beda departemen. Kalau di IPB, jurusan itu rata-rata orang menyebutnya departemen. Jadi tingkatannya tuh kayak Fakultas. departemen, jurusan. Aku kurang tahu kalau di kampus lain seperti apa. Lanjut, kita cuma berdua dari sekitar 4000 anak yang seangkatan sama aku. Ngomong-ngomong, aku angkatan 54 disini. Masih baru banget pokonya. Awalnya rasa gak betah atau homesick pasti ada. Apalagi kita pada tahun pertama mahsiswa baru wajib asrama. Mau yang rumahnya sebelah IPB juga asrama. Untuk perempuan, ada 6 gedung asrama sedangkan laki-laki 4 gedung. Satu gedung itu isinya banyak banget sekitar 500 orang mungkin. Satu kamar maksimal 4 orang dengan kondisi kamar seadanya. Aku yang dominan suka menyendiri membuat semua kehidupan yang aku jalani awalnya di sini sulit. Aku bingung cara untuk memulai pembicaraan dan lain sebagainya. Nangis, itu kayak setiap saat inget rumah pengen pulang dan akhirnya nangis hehehe.. malu banget sih cuma ya manusiawi lah hehe. Apalagi ini kali pertama aku jauh dari orang-orang yang kusayang.
Satu kamar berempat. Dari berbagai latar belakang yang berbeda juga. Teman sekamarku ada yang dari Kediri dan dia di IPB masuk departemen matematika. Yang kedua asli dari Bogor, dia anak departemen manajemen sumberdaya lahan. Nah yang terakhir dari Sumatera Barat, anak departemen ilmu dan teknologi pangan. Pada awalnya aku canggung sama mereka. Karakternya juga berbeda banget satu sama lain dari mereka. Tapi percaya atau tidak, sekarang semua sudah berbalik menjadi jauh berbeda dari sebelumnya. Menurutku itu semua karena kegiatan yang kita lakukan di kamar bersama-sama. Makan bareng di kamar apalagi waktu itu kita main UNO bareng sampai tengah malam. Karena di tempat baru memang pada akhirnya kita akan menemukan keluarga baru.
Gambar 2 aku sama temen sekamar di acara puncak open house UKM dan kegiatan lain di IPB
Bagaimana dengan kehidupan perkuliahan?. Untuk tahun pertama, kita seangkatan bakal ada di bawah atap yang sama saat belajar. Kita juga akan sekelas dengan orang-orang lintas departemen tapi yang pelajarannya mirip-mirip sama kita. Satu kelas bisa sampai seratusan orang. Nanti satu kelas itu dibagi jadi dua lagi untuk kelas responsi. Penjelasan lebih lanjutnya gak sekarang ya. Belum lagi menyesuaikan diri dengan teman sekelas yang sebanyak itu. Kalau kita duduk di baris ketiga aja yang di papan sampai udah gak keliatan. Informasi tambahan aja, kita di kelas umumnya dosen menerangkan pakai layar proyektor dan mikrofon kok. Pada intinya kita sok kenal sok deket aja sama yang ada di samping. Apa yang menurut mereka lucu tapi menurut kita enggak juga dibikin lucu aja. Dan juga menurutku, semua anak yang masuk di IPB itu jenius semua. Aku benar-benar merasa bodoh banget. Belum lagi ketemu sama orang-orang yang soleh dan solehahnya minta ampun. Malunya tuh disini banget. Karena di IPB ternyata banyak banget anak-anak lulusan dari pondok pesantren.
Gambar 3 aku sama temen sekelas P04
Lalu, dengan orang sebanyak dan sehebat itu jangan sedikitpun membuat kita minder. Apalagi diem aja. Karena di sini saat kalian diem aja gak akan ada yang peduli gitu sama kalian. Kalau di SMA dulu temen-temen yang pendiem bakal berusaha diajak main tapi di sini hanya orang-orang yang menunjukkan dirinya yang bisa bertahan. Jangan ada perasaan minder itu. Walaupum prestasi kita masih jauh dari "wow" ataupun belum ada prestasi sama sekali, di tingkat perguruan tinggi ini adalah tempat yang tepat. Apalagi cakupannya sudah luas sampai internasional. Perbanyak teman dan kegiatan. Jangan mau jadi mahasiswa "kupu-kupu" yang cuma kuliah pulang. Memang jujur, tugas akan lebih banyak kita dapat saat masa kuliah dengan deadline yang sempit. Itulah manajemen waktu yang berperan. Belum lagi untuk yang kuliahnya pulang gak ke rumah asli itu banyak yang harus di manajemen. Seperti keuangan misalnya. Karena kita makan dan beli segala peralatan sendiri dengan duit yang dikirim orangtua. Kalau cepat habisnya? masa belum bulan berikutnya kita udah minta dikirim lagi?. Menurutku juga ini merupakan fase penting perubahan hidup aku menjadi manusia yang lebih dewasa dan mandiri pastinya.
Gambar 4 aku sama beberapa teman di magang BEM PPKU aka Insight
Intinya sih, aku harap pembaca bisa lebih berani dan optimis dalam mengambil setiap keputusan yang ada. Yakinlah pada ayat Allah yang bilang setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Karena kesulitan itu ada untuk menguji kita dan bikin kita naik level pada akhirnya kalau kita jalanin dengan sabar. Saat sedang sibuk-sibuknya, jalani semua karena Allah. Karena gak akan ada hasil yang mengkhianati usaha kita. Terakhir, ini lebih pesan buat anak-anak kelas 12 di seluruh nusantara (waduh berat bahasanya) cari tujuan kalian kuliah apa. Jangan sampai saat sudah masuk masa perkuliahan banyak mengeluh apalagi sampai TA (titip absen). Khususnya yang kuliah di perguruan tinggi negeri. Karena output kalian nanti sangat berpengaruh bagi masyarakat yang ada di nusantara. Mau yang dapat beasiswa ataupun tidak, univeristas negeri itu juga ada dana yang bersumber dari rakyat. Jadi, lakukan yang terbaik bagi bangsa ini yaaa
Jalani harimu dengan senyuman dan semangat! :)
wassalamu`alaikum..




Two thumbs up to you kak....hebat banget bisa masuk IPB... Salut nih, Btw jangan lupa berkunjung lagi ke fahasbu.blogspot.com ya kak...
BalasHapus