Cerita Ramadhan

Assalamu'alaikumm😊

Tak terasa ramadhan tahun ini sudah mau pergi lagi.Ibadah maksimal? kurasa masih jauh banget bagiku dan jujur sedih rasanya.Penyesalan selalu ada di akhir.Itulah manusia.

Banyak suka duka menghabiskan ramadhan kali ini lebih banyak di kampus.Bahkan pertama kalinya sahur dan buka puasa beli sendiri tanpa orangtua dan keluarga pula.Rasanya campur aduk tapi itu semua membuatku belajar untuk menerima keadaan dan kondisi dimanapun berada.Dan aku sangat bersyukur punya banyak teman dan juga kondisi yang sangat mendukung sekali untuk beribadah dengan nyaman.Lebih banyak kurangnya justru dari diri ini sendiri yang tidak bisa mengontrol diri dan mengatur waktu.

Pulang ke rumah sudah di minggu-minggu terakhir ramdhan.Rasanya biasa aja sih,lebih ke kaget dengan kondisi di rumah.Saat di kampus ibadahku kondusif, di rumah berbeda.Gak ada lagi temen yang bakal ngajak bareng buat sholat dan sebagainya tapi disini kita dituntut bisa mengingatkan diri sendiri bahkan orang lain.

Sewaktu aku tarawih di masjid dekat rumah, pernah hampir mau nangis di tempat rasanya karena shafnya bolong-bolong.Khususnya para ibu-ibu bersajadah lebar.Sampai aku siasatin bawa sajadah kecil pernah bahkan gabawa supaya bisa setidaknya bagianku shafnya rapat.Aku minta maju susah banget supaya rapat shafnya dan karena mereka lebih tua aku juga gaberani untuk memaksa.Setiap tahun itu yang aku sangat khawatirkan. Dan banyak cerita lain yang membuatku merasa belum melakukan hal baik sedikitpun di lingkungan rumah dan naif rasanya saat kita tahu kebaikan dan tidak mengajak ataupun memberitahu orang lain.

Manusia memang tempatnya salah dan dosa.Awalnya juga aku berpikir untuk apa menasehati orang lain sedangkan kitanya belum bagus akhlak dan lain sebagainya.Bukan menasehati sih lebih ke mengingatkan.Tapi bayangkan jika semua orang berpikiran sama, tidak ada yang bisa berubah lebih baik pada akhirnya.Mengingatkan kebaikan itu memang butuh keberanian..tapi percaya Allah selalu bersama kita.Walau orang lain gasuka cara kita, insya allah suatu saat akan ada masa dimana mereka paham.Itulah kekuatan do'a.

Terlepas dari rasa membenarkan dan membanggakan diri ini...aku harap dimanapun kita berada,walau ada secuil keberanian..suarakanlah jika memang itu kebenaran.Aku harap pembaca bisa lebih baik dariku..

Semangatt dan bismillah karena pertolongan Allah itu nyata.Terus minta petunjuk pada-Nya agar kita dapat terus istiqomah dan mendapat jalan lurus penuh ridho-Nya.Semoga kita semua bisa bertemu ramadhan berikutnya.Dengan semangat dan ibadah yang lebih baik evaluasi dari tahun sebelumnya.

Rahmi mohon maaf jikalau ada salah kata dan jika ada kritik saran itu sangat amat diterima.Jazakumullah👐


Komentar